1. SUBHANALLAH ***Inilah Keajaiban Sholat 5 Waktu Menurut Ilmu Kesehatan China
..
Sesungguhnya shalat bagi orang mukmin ialah kewajiban yang tertentu (telah
ditetapkan) waktunya.” (QS. An-Nisa:103).

Waktu-waktu shalat mengajarkan kita
untuk selalu menghargai waktu dan hidup sesuai dengan siklus alam semesta.
Waktu-waktu shalat yang kita lakukan sangat sesuai dengan kaidah dan ketentuan
sistem terapi dalam ilmu kesehatan China...
1.Subuh : Terapi Paru-paru
Waktu pelaksanaan Shalat Shubuh adalah sejak terbit fajar sampai hampir terbit matahari. Shubuh merupakan waktu yang tepat untuk proses terapi sistem pernapasan dan paru-paru, karena pada pagi hari udara masih bersih, oksigen masih segar. Dari paru-paru, darah mengambil “bahan bakar” yang masih baru & bersih, akhirnya keseluruhan organ menerima pasokan nutrisi yang bersih. Selanjutnya tubuh menjadi segar kembali dan otak menjadi jernih.
Penelitian mutakhir dalam ilmu medis Barat juga mengungkap manfaat kebiasaan bangun pada waktu shubuh. Ditemukan bahwa pada dini hari sekitar pukul 3.00 – 5.00 terjadi proses detoksin (pembuangan zat racun) di bagian paru-paru. Oleh Karena itu, biasanya selama durasi waktu ini, penderita batuk akan mengalami batuk hebat. Ini karena proses pembersihan (detoksin) telah mencapai saluran pernapasan.
Paru-paru dan usus besar merupakan organ yang saling berpasangan. Usus besar merupakan pengatur panas dalam perut. Jantung termasuk organ yang memiliki sifat panas. Apabila jantung memiliki sifat panas yang berlebihan, dengan pernapasan yang dilakukan pada saat udara benar-benar bersih, kita dapat mengarahkan panas jantung ke paru-paru dan dengan demikian mendinginkan panas dalam perut.
2. Zuhur : Terapi Jantung dan Usus Kecil
Waktu Zuhur adalah sejak tergelincirnya matahari dari tengah-tengah langit hingga saat bayangan benda sama panjang dengan benda tersebut.
Jantung merupakan organ yang biasa dihubungkan dengan proses mental. Beberapa bentuk tekanan emosional seperti pusing, berdebar-debar, sesak napas, dan kemunduran vitalitas merupakan gejala-gejala umum dari penyakit jantung. Kemunduran chi jantung ditandai dengan kelemahan secara umum, seperti bicara terengah-engah, pernapasan yang pendek-pendek, dan sering berkeringat.
Jika wajah bengkak dan berwarna tidak cerah, kaki dan tangan terasa dingin, ini dinamakan kemunduran chi jantung. Gelisah, lekas marah, pusing, kehabisan akal, dan tidak bisa tidur adalah gejala kemunduran darah jantung. Bisa juga terasa aliran darah yang deras pada telapak tangan dan wajah, serangan demam ringan, dan berkeringat pada malam hari.
Gejala kelebihan chi jantung adalah akibat panas jantung. Ini terlihat dalam serangan demam tinggi, yang kadang-kadang disertai dengan menggingau, perasaan berdebar-debar yang mengganggu, kegelisahan yang sangat, tidak dapat tidur, dan sering mimpi buruk, wajah berwarna merah padam, lidah berwarna merah, atau terasa panas dan sakit, dan sering merasa panas ketika buang air kecil.
Waktu pelaksanaan shalat zuhur sangat sesuai dengan kaidah ilmu kesehatan China yang berpendapat bahwa berdasarkan sirkulasi chi, waktu yang tepat untuk melakukan terapi organ jantung adalah pada pukul 11.00 – 13.00. Waktu zuhur adalah saat kita berada di puncak kepenatan akibat aktivitas sepanjang siang. Dengan melakukan shalat zuhur sebagai bentuk relaksasi dan dipadukan dengan basuhan air wudhu’, panas jantung yang berlebihan bisa menjadi normal kembali. Akhirnya hal ini mempengaruhi sistem lainnya, karena fungsi jantung yang merupakan “penguasa” pembuluh-pembuluh. Jantung memompa darah agar selalu mengalir untuk membawa sari-sari makanan yang dibutuhkan oleh organ-organ lainnya. Tubuh kita yang penat dan pikiran kita yang sumpek akan tersegarkan kembali dan siap melanjutkan aktivitas.
3. Ashar : Terapi Kandung Kemih
Waktu ashar adalah setelah habus waktu zuhur hingga terbenam matahari. Dalam ilmu kesehatan China, pukul 15.00 – 17.00 merupakan waktu yang tepat untuk melakukan terapi kandung kemih karena pada saat itu mulai terjadi kesesuaian secara perlahan antara hawa tubuh manusia dan hawa di sekitarnya, perubahan dari hawa udara yang panas menuju dingin.
Fungsi utama kandung kemih adalah mengubah cairan tubuh menjadi air kencing dan mengeluarkannya dari tubuh. Jika fungsi tersebut berjalan, terjadilah keseimbangan kimiawi dalam tubuh sehingga metabolisme terjaga. Jika fungsi ini terhambat, akan terjadi penumpukan cairan yang tidak bermanfaat dan mengandung racun sehingga mempengaruhi kerja organ-organ internal lainnya. Jika ini terjadi, proses pendinginan tingkat chi yang seharusnya dikeluarkan menjadi menumpuk dan menimbulkan panas yang tinggi, yang akhirnya mempengaruhi pula kerja ginjal.
Jadi, ibadah shalat ashar bermanfaat untuk meningkatkan daya kerja kandung kemih sehingga dapat lancar mengeluarkan racun yang diakibatkan oleh proses kimiawi tubuh yang berlangsung selama aktivitas sepanjang siang.
4. Maghrigb : Terapi Ginjal
Shalat Maghrib dilaksanakan pada waktu sesudah matahari terbenam hingga lenyapnya mega merah di sebelah barat.
Ginjal dan kandung kemih adalah organ yang berpasangan. Kedua organ tersebut mengontrol tulang-tulang, sumsum, dan otak. Bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi. Kesehatan kedua organ internal ini tercermin pada kondisi rambut kepala. Mereka memainkan peran yang sangat penting dalam metabolisme air dan mengendalikan cairan tubuh, dan juga menjaga keseimbangan panas dan dingin yang sangat fundamental bagi tubuh.
Untuk mengetahui gejala-gejala kemunduran energi dingin ginjal sesungguhnya mudah. Biasanya, punggung bagian bawah terasa lemah dan sakit, ada suara mendengung pada kedua telinga dan kehilangan ketajaman pendengaran, wajah berwarna keabu-abuan dan gelap, khususnya di bawah kedua mata. Biasanya kepala terasa pusing, haus dan berkeringat di malam hari, dan sering masuk angin ringan.
Gejala-gejala kemunduran energi panas secara signifikan berkaitan dengan kehilangan energi atau panas. Serupa dengan kemunduran energi dingin ginjal, ada dengungan pada telinga, pusing, dan rasa sakit di punggung bawah. Namun rasa sakit ini ditandai dengan rasa dingin, lemah, dan lesu yang sangat. Biasanya kemunduran energi dingin ginjal menimbulkan gangguan pada jantung dan hati, sedangkan kemunduran energi panas ginjal mengganggu fungsi-fungsi limpa kecil dan paru-paru.
Ditinjau dari ilmu pengobatan China, waktu pelaksanaan shalat maghrib merupakan waktu yang tepat untuk melaksanakan terapi organ ginjal. Waktu maghrib adalah saat-saat hawa udara semakin menurun, dan sistem organ juga mulai menyesuaikan diri dengan energi di sekitarnya.
5. Isya : Terapi Perikardium dan Triple Burner (San Jiao)
Shalat Isya dilaksanakan setelah habis waktu maghrib hingga menjelang shubuh.
San Jiao adalah konsep dalam ilmu kesehatan China, yaitu sebuah organ fungsional yang tidak dikenal oleh ilmu kedokteran Barat modern. Menilik makna kata asalnya, yaitu lapisan yang terletak di bawah kulit dan di antara otot-otot, sebagian ahli mengajukan teori bahwa organ ini sama dengan sistem limfatik. San Jiao dianggap terutama bersifat energetik dan tidak memiliki komponen fisik.
Fungsi perikardium adalah membuang kelebihan energi jantung dan mengarahkannya pada titik Laogong yang terletak pada pusat telapak tangan. Dari Laogong, kelebihan energi akan dilepaskan secara alamiah sehingga terciptalah stabilitas tingkat energi jantung. Titik Laogong digunakan dalam ilmu kesehatan China untuk mengurangi suhu tubuh selama terkena sakit demam.
Waktu yang tepat untuk melakukan terapi organ perikardium adalah pada pukul 19:00 – 21:00. Pada waktu tersebut hawa di sekitar sudah mulai rendah daripada hawa tubuh. Maka, diperlukan penyesuaian sistem energi di dalam tubuh manusia untuk bisa menyesuaikan diri dengan hawa di sekitarnya.
Pada waktu pelaksanaan shalat Isya, dimulailah penurunan kerja organ internal yang telah digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Tubuh memasuki masa istirahat, terutama kerja jaringan otot yang digunakan untuk gerak dan berpikir. Waktu isya bisa disebut sebagai masa pendinginan keseluruhan sistem organ dan saraf. Proses pengistirahatan tubuh kemudian disempurnakan dengan tidur pada malam hari.
~ Penutup
Paparan di atas tidaklah mutlak untuk menyatakan bahwa alasan penetapan waktu-waktu shalat adalah untuk menyesuaikan dengan sirkulasi chi dalam tubuh manusia. Terlebih lagi untuk daerah-daerah subtropis, panas musim panas, siang lebih panjang daripada malam, sehingga waktu pelaksanaan shalatpun bergeser. Oleh karenanya perlu diberikan penjelasan yang lebih khusus.
Namun teori sirkulasi chi ini dapat kita manfaatkan untuk merenungkan keagungan perintah melaksanakan shalat pada waktunya. Perhatikan bagaimana untuk melaksanakan shalat kita diperintahkan untuk memperhatikan posisi matahari. Perubahan posisi matahri menyebabkan pula perubahan suhu, gelombang elektromagnetik, dan lain-lain. Ini semua mungkin bisa dianggap sebagai “Chi Langit”.
Seperti alam semesta, tubuh kita pun mengalami siklus harian. Ilmu medis Barat menemukan bahwa setiap hari berlangsung siklus metabolisme tubuh manusia. Ilmu kesehatan China mengungkap adanya siklus chi harian dalam tubuh manusia.
~ Di kutip dari Sebuah Buku yang Berjudul : Keajaiban Shalat Menurut Ilmu Kesehatan China Pengarang : Lukman Hakim Saktiawan (Guru Kungfu dan Praktisi Terapi Pengobatan Tradisional China).
1.Subuh : Terapi Paru-paru
Waktu pelaksanaan Shalat Shubuh adalah sejak terbit fajar sampai hampir terbit matahari. Shubuh merupakan waktu yang tepat untuk proses terapi sistem pernapasan dan paru-paru, karena pada pagi hari udara masih bersih, oksigen masih segar. Dari paru-paru, darah mengambil “bahan bakar” yang masih baru & bersih, akhirnya keseluruhan organ menerima pasokan nutrisi yang bersih. Selanjutnya tubuh menjadi segar kembali dan otak menjadi jernih.
Penelitian mutakhir dalam ilmu medis Barat juga mengungkap manfaat kebiasaan bangun pada waktu shubuh. Ditemukan bahwa pada dini hari sekitar pukul 3.00 – 5.00 terjadi proses detoksin (pembuangan zat racun) di bagian paru-paru. Oleh Karena itu, biasanya selama durasi waktu ini, penderita batuk akan mengalami batuk hebat. Ini karena proses pembersihan (detoksin) telah mencapai saluran pernapasan.
Paru-paru dan usus besar merupakan organ yang saling berpasangan. Usus besar merupakan pengatur panas dalam perut. Jantung termasuk organ yang memiliki sifat panas. Apabila jantung memiliki sifat panas yang berlebihan, dengan pernapasan yang dilakukan pada saat udara benar-benar bersih, kita dapat mengarahkan panas jantung ke paru-paru dan dengan demikian mendinginkan panas dalam perut.
2. Zuhur : Terapi Jantung dan Usus Kecil
Waktu Zuhur adalah sejak tergelincirnya matahari dari tengah-tengah langit hingga saat bayangan benda sama panjang dengan benda tersebut.
Jantung merupakan organ yang biasa dihubungkan dengan proses mental. Beberapa bentuk tekanan emosional seperti pusing, berdebar-debar, sesak napas, dan kemunduran vitalitas merupakan gejala-gejala umum dari penyakit jantung. Kemunduran chi jantung ditandai dengan kelemahan secara umum, seperti bicara terengah-engah, pernapasan yang pendek-pendek, dan sering berkeringat.
Jika wajah bengkak dan berwarna tidak cerah, kaki dan tangan terasa dingin, ini dinamakan kemunduran chi jantung. Gelisah, lekas marah, pusing, kehabisan akal, dan tidak bisa tidur adalah gejala kemunduran darah jantung. Bisa juga terasa aliran darah yang deras pada telapak tangan dan wajah, serangan demam ringan, dan berkeringat pada malam hari.
Gejala kelebihan chi jantung adalah akibat panas jantung. Ini terlihat dalam serangan demam tinggi, yang kadang-kadang disertai dengan menggingau, perasaan berdebar-debar yang mengganggu, kegelisahan yang sangat, tidak dapat tidur, dan sering mimpi buruk, wajah berwarna merah padam, lidah berwarna merah, atau terasa panas dan sakit, dan sering merasa panas ketika buang air kecil.
Waktu pelaksanaan shalat zuhur sangat sesuai dengan kaidah ilmu kesehatan China yang berpendapat bahwa berdasarkan sirkulasi chi, waktu yang tepat untuk melakukan terapi organ jantung adalah pada pukul 11.00 – 13.00. Waktu zuhur adalah saat kita berada di puncak kepenatan akibat aktivitas sepanjang siang. Dengan melakukan shalat zuhur sebagai bentuk relaksasi dan dipadukan dengan basuhan air wudhu’, panas jantung yang berlebihan bisa menjadi normal kembali. Akhirnya hal ini mempengaruhi sistem lainnya, karena fungsi jantung yang merupakan “penguasa” pembuluh-pembuluh. Jantung memompa darah agar selalu mengalir untuk membawa sari-sari makanan yang dibutuhkan oleh organ-organ lainnya. Tubuh kita yang penat dan pikiran kita yang sumpek akan tersegarkan kembali dan siap melanjutkan aktivitas.
3. Ashar : Terapi Kandung Kemih
Waktu ashar adalah setelah habus waktu zuhur hingga terbenam matahari. Dalam ilmu kesehatan China, pukul 15.00 – 17.00 merupakan waktu yang tepat untuk melakukan terapi kandung kemih karena pada saat itu mulai terjadi kesesuaian secara perlahan antara hawa tubuh manusia dan hawa di sekitarnya, perubahan dari hawa udara yang panas menuju dingin.
Fungsi utama kandung kemih adalah mengubah cairan tubuh menjadi air kencing dan mengeluarkannya dari tubuh. Jika fungsi tersebut berjalan, terjadilah keseimbangan kimiawi dalam tubuh sehingga metabolisme terjaga. Jika fungsi ini terhambat, akan terjadi penumpukan cairan yang tidak bermanfaat dan mengandung racun sehingga mempengaruhi kerja organ-organ internal lainnya. Jika ini terjadi, proses pendinginan tingkat chi yang seharusnya dikeluarkan menjadi menumpuk dan menimbulkan panas yang tinggi, yang akhirnya mempengaruhi pula kerja ginjal.
Jadi, ibadah shalat ashar bermanfaat untuk meningkatkan daya kerja kandung kemih sehingga dapat lancar mengeluarkan racun yang diakibatkan oleh proses kimiawi tubuh yang berlangsung selama aktivitas sepanjang siang.
4. Maghrigb : Terapi Ginjal
Shalat Maghrib dilaksanakan pada waktu sesudah matahari terbenam hingga lenyapnya mega merah di sebelah barat.
Ginjal dan kandung kemih adalah organ yang berpasangan. Kedua organ tersebut mengontrol tulang-tulang, sumsum, dan otak. Bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi. Kesehatan kedua organ internal ini tercermin pada kondisi rambut kepala. Mereka memainkan peran yang sangat penting dalam metabolisme air dan mengendalikan cairan tubuh, dan juga menjaga keseimbangan panas dan dingin yang sangat fundamental bagi tubuh.
Untuk mengetahui gejala-gejala kemunduran energi dingin ginjal sesungguhnya mudah. Biasanya, punggung bagian bawah terasa lemah dan sakit, ada suara mendengung pada kedua telinga dan kehilangan ketajaman pendengaran, wajah berwarna keabu-abuan dan gelap, khususnya di bawah kedua mata. Biasanya kepala terasa pusing, haus dan berkeringat di malam hari, dan sering masuk angin ringan.
Gejala-gejala kemunduran energi panas secara signifikan berkaitan dengan kehilangan energi atau panas. Serupa dengan kemunduran energi dingin ginjal, ada dengungan pada telinga, pusing, dan rasa sakit di punggung bawah. Namun rasa sakit ini ditandai dengan rasa dingin, lemah, dan lesu yang sangat. Biasanya kemunduran energi dingin ginjal menimbulkan gangguan pada jantung dan hati, sedangkan kemunduran energi panas ginjal mengganggu fungsi-fungsi limpa kecil dan paru-paru.
Ditinjau dari ilmu pengobatan China, waktu pelaksanaan shalat maghrib merupakan waktu yang tepat untuk melaksanakan terapi organ ginjal. Waktu maghrib adalah saat-saat hawa udara semakin menurun, dan sistem organ juga mulai menyesuaikan diri dengan energi di sekitarnya.
5. Isya : Terapi Perikardium dan Triple Burner (San Jiao)
Shalat Isya dilaksanakan setelah habis waktu maghrib hingga menjelang shubuh.
San Jiao adalah konsep dalam ilmu kesehatan China, yaitu sebuah organ fungsional yang tidak dikenal oleh ilmu kedokteran Barat modern. Menilik makna kata asalnya, yaitu lapisan yang terletak di bawah kulit dan di antara otot-otot, sebagian ahli mengajukan teori bahwa organ ini sama dengan sistem limfatik. San Jiao dianggap terutama bersifat energetik dan tidak memiliki komponen fisik.
Fungsi perikardium adalah membuang kelebihan energi jantung dan mengarahkannya pada titik Laogong yang terletak pada pusat telapak tangan. Dari Laogong, kelebihan energi akan dilepaskan secara alamiah sehingga terciptalah stabilitas tingkat energi jantung. Titik Laogong digunakan dalam ilmu kesehatan China untuk mengurangi suhu tubuh selama terkena sakit demam.
Waktu yang tepat untuk melakukan terapi organ perikardium adalah pada pukul 19:00 – 21:00. Pada waktu tersebut hawa di sekitar sudah mulai rendah daripada hawa tubuh. Maka, diperlukan penyesuaian sistem energi di dalam tubuh manusia untuk bisa menyesuaikan diri dengan hawa di sekitarnya.
Pada waktu pelaksanaan shalat Isya, dimulailah penurunan kerja organ internal yang telah digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Tubuh memasuki masa istirahat, terutama kerja jaringan otot yang digunakan untuk gerak dan berpikir. Waktu isya bisa disebut sebagai masa pendinginan keseluruhan sistem organ dan saraf. Proses pengistirahatan tubuh kemudian disempurnakan dengan tidur pada malam hari.
~ Penutup
Paparan di atas tidaklah mutlak untuk menyatakan bahwa alasan penetapan waktu-waktu shalat adalah untuk menyesuaikan dengan sirkulasi chi dalam tubuh manusia. Terlebih lagi untuk daerah-daerah subtropis, panas musim panas, siang lebih panjang daripada malam, sehingga waktu pelaksanaan shalatpun bergeser. Oleh karenanya perlu diberikan penjelasan yang lebih khusus.
Namun teori sirkulasi chi ini dapat kita manfaatkan untuk merenungkan keagungan perintah melaksanakan shalat pada waktunya. Perhatikan bagaimana untuk melaksanakan shalat kita diperintahkan untuk memperhatikan posisi matahari. Perubahan posisi matahri menyebabkan pula perubahan suhu, gelombang elektromagnetik, dan lain-lain. Ini semua mungkin bisa dianggap sebagai “Chi Langit”.
Seperti alam semesta, tubuh kita pun mengalami siklus harian. Ilmu medis Barat menemukan bahwa setiap hari berlangsung siklus metabolisme tubuh manusia. Ilmu kesehatan China mengungkap adanya siklus chi harian dalam tubuh manusia.
~ Di kutip dari Sebuah Buku yang Berjudul : Keajaiban Shalat Menurut Ilmu Kesehatan China Pengarang : Lukman Hakim Saktiawan (Guru Kungfu dan Praktisi Terapi Pengobatan Tradisional China).
2. GERAKAN SHOLAT BAGI
KESEHATAN TUBUH
* Takbiratul Ihram :
Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke s! eluruh tubuh.
Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke s! eluruh tubuh.

Saat mengangkat kedua tangan, otot
bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua
tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini
menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian
atas...
* RUKU :
Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulangbelakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat...
* I’TIDAL :
Manfaat: Itidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.....
* SUJUD :
Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisamengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan...
* DUDUK :
Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.....
* SALAM :
Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah. BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar dan dalam....
*PACU KECERDASAN :
Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan...
* PERINDAH POSTUR :
Gerakan-gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching) . Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan. Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya....
* MUDAHKAN PERSALINAN :
Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).....
* PERBAIKI KESUBURAN :
Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum.
* RUKU :
Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulangbelakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat...
* I’TIDAL :
Manfaat: Itidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.....
* SUJUD :
Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisamengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan...
* DUDUK :
Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.....
* SALAM :
Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah. BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar dan dalam....
*PACU KECERDASAN :
Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan...
* PERINDAH POSTUR :
Gerakan-gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching) . Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan. Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya....
* MUDAHKAN PERSALINAN :
Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).....
* PERBAIKI KESUBURAN :
Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum.
12 Keajaiban Shalat Tahajud
Sumber
http://www.ilawati-apt.com
Shalat tahajud mempunyai berbagai macam keajaiban. Hanya orang yang sudah rutin menjalankannya lah yang merasakan keajaiban tersebut.
Sejarah telah mencatat bahwa Rasulullah Saw dan para sahabat selalu melaksanakan shalat tahajud. shalat tahajud adalah shalat yang sangat mulia. Keajaiban melaksanakan shalat tahajud telah tercatat dalam alquran. Ada beberapa keajaiban shalat tahajud berikut ini.
Shalat tahajud mempunyai berbagai macam keajaiban. Hanya orang yang sudah rutin menjalankannya lah yang merasakan keajaiban tersebut.
Sejarah telah mencatat bahwa Rasulullah Saw dan para sahabat selalu melaksanakan shalat tahajud. shalat tahajud adalah shalat yang sangat mulia. Keajaiban melaksanakan shalat tahajud telah tercatat dalam alquran. Ada beberapa keajaiban shalat tahajud berikut ini.
1. Shalat Tahajud sebagai tiket masuksurga
Abdullah
Ibn Muslin berkata “kalimat yang pertama kali ku dengar dari Rasulullah Saw
saat itu adalah, “Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, bagikanlah makanan,
sambunglah silaturahmi, tegakkan lah shalat malam saat manusia lainnya sedang
tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).
2. Amal yang menolong di akhirat
Allah
SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam
taman-taman surga dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah
berikan kepada mereka. Sebelumnya mereka adalah telah berbuat baik sebelumnya
(di dunia), mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan
di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah).” (QS. Az Zariyat: 15-18)
Ayat di atas menunjukkan bahwa orang yang senantiasa bertahajud Insya Allah akan mendapatkan balasan yang sangat nikmat di akhirat kelak.
Ayat di atas menunjukkan bahwa orang yang senantiasa bertahajud Insya Allah akan mendapatkan balasan yang sangat nikmat di akhirat kelak.
3. Pembersih penyakit hati dan jasmani
Salman
Al Farisi berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Dirikanlah shalat malam, karena
sesungguhnya shalat malam itu adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kamu,
(shalat malam dapat) mendekatkan kamu kepada tuhanmu, (shalat malam adalah)
sebagai penebus perbuatan buruk, mencegah berbuat dosa, dan menghindarkan diri
dari penyakit yang menyerang tubuh.” (HR. Ahmad)
4. Sarana meraih kemuliaan
Rasulullah
Saw bersabda, “Jibril mendatangiku dan berkata, “Wahai Muhammad, hiduplah
sesukamu, karena engkau akan mati, cintailah orang yang engkau suka, karena
engkau akan berpisah dengannya, lakukanlah apa keinginanmu, engkau akan
mendapatkan balasannya, ketahuilah bahwa sesungguhnya kemuliaan seorang muslim
adalah shalat waktu malam dan ketidakbutuhannya di muliakan orang lain.”
(HR. Al Baihaqi)
5. Jalan mendapatkan rahmat Allah
Abu
Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Semoga Allah merahmati
laki-laki yang bangun malam, lalu melaksanakan shalat dna membangunkan
istrinya. Jika sang istri menolak, ia memercikkan air di wajahnya. Juga,
merahmati perempuan yang bangun malam, lalu shalat dan membangunkan suaminya.
Jika sang suami menolak, ia memercikkan air di wajahnya.” (HR. Abu Daud)
6. Sarana Pengabulan permohonan
Allah SWT berjanji akan mengabulkan
doa orang-orang yang menunaikan shalat tahajud dengan ikhlas. Rasulullah Saw
Bersabda,
“Dari Jabir berkata, bahwa nabi Saw bersabda, “Sesungguhnya di malam hari , ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya, Itu berlangsung setiap malam.” (HR. Muslim)
7. Penghapus dosa dan kesalahan
Dari Abu Umamah al-Bahili berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Lakukanlah Qiyamul Lail, karena itu kebiasaan orang saleh sebelum kalian, bentuk taqarub, penghapus dosa, dan penghalang berbuat salah.” (HR. At-Tirmidzi)
8. Jalan mendapat tempat yang terpuji
Allah berfirman,
“Dan pada sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’:79)
9. Pelepas ikatan setan
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setan akan mengikat kepala seseorang yang sedang tidur dengan ikatan, menyebabkan kamu tidur dengan cukup lama. Apabila seseorang itu bangkit seraya menyebut nama Allah, maka terlepaslah ikatan pertama, apabila ia berwudhu maka akan terbukalah ikatan kedua, apabila di shalat akan terbukalah ikatan semuanya. Dia juga akan merasa bersemangat dan ketenangan jiwa, jika tidak maka dia akan malas dan kekusutan jiwa.”
10. Waktu utama untuk berdoa
Amru Ibn ‘Abasah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah! Malam apakah yang paling di dengar?”, Rasulullah Saw menjawab, “Tengah malam terakhir, maka shalat lah sebanyak yang engkau inginkan, sesungguhnya shalatwaktu tersebut adalah maktubah masyudah (waktu yang apabila bermunajat maka Allah menyaksikannya dan apabila berdoa maka didengar doanya)” (HR. Abu Daud)
11. Meraih kesehatan jasmani
“Hendaklah kalian bangun malam. Sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang saleh sbelum kalian. Wahana pendekatan diri pada Allah Swt, penghapus dosa, dan pengusir penyakit dari dalam tubuh.” (HR. At-Tarmidzi)
12. Penjaga kesehatan rohani
Allah SWT menegaskan bahwa orang yang shalat tahajud akan selalu mempunyai sifat rendah hati dan ramah. Ketenangan yang merupakan refleksi ketenangan jiwa dalam menjalani kehidupan sehari-hari di masyarakat. Allah Berfirman, “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melewati malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS. Al-Furqan: 63-64)
Begitu besar keutamaan sholat tahajud, dan begitu berat menjalankannya kecuali bagi orang-orang yang shaleh.
“Dari Jabir berkata, bahwa nabi Saw bersabda, “Sesungguhnya di malam hari , ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya, Itu berlangsung setiap malam.” (HR. Muslim)
7. Penghapus dosa dan kesalahan
Dari Abu Umamah al-Bahili berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Lakukanlah Qiyamul Lail, karena itu kebiasaan orang saleh sebelum kalian, bentuk taqarub, penghapus dosa, dan penghalang berbuat salah.” (HR. At-Tirmidzi)
8. Jalan mendapat tempat yang terpuji
Allah berfirman,
“Dan pada sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’:79)
9. Pelepas ikatan setan
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setan akan mengikat kepala seseorang yang sedang tidur dengan ikatan, menyebabkan kamu tidur dengan cukup lama. Apabila seseorang itu bangkit seraya menyebut nama Allah, maka terlepaslah ikatan pertama, apabila ia berwudhu maka akan terbukalah ikatan kedua, apabila di shalat akan terbukalah ikatan semuanya. Dia juga akan merasa bersemangat dan ketenangan jiwa, jika tidak maka dia akan malas dan kekusutan jiwa.”
10. Waktu utama untuk berdoa
Amru Ibn ‘Abasah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah! Malam apakah yang paling di dengar?”, Rasulullah Saw menjawab, “Tengah malam terakhir, maka shalat lah sebanyak yang engkau inginkan, sesungguhnya shalatwaktu tersebut adalah maktubah masyudah (waktu yang apabila bermunajat maka Allah menyaksikannya dan apabila berdoa maka didengar doanya)” (HR. Abu Daud)
11. Meraih kesehatan jasmani
“Hendaklah kalian bangun malam. Sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang saleh sbelum kalian. Wahana pendekatan diri pada Allah Swt, penghapus dosa, dan pengusir penyakit dari dalam tubuh.” (HR. At-Tarmidzi)
12. Penjaga kesehatan rohani
Allah SWT menegaskan bahwa orang yang shalat tahajud akan selalu mempunyai sifat rendah hati dan ramah. Ketenangan yang merupakan refleksi ketenangan jiwa dalam menjalani kehidupan sehari-hari di masyarakat. Allah Berfirman, “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melewati malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS. Al-Furqan: 63-64)
Begitu besar keutamaan sholat tahajud, dan begitu berat menjalankannya kecuali bagi orang-orang yang shaleh.
MENTRADISIKAN TAHAJJUD, MENGGAPAI POSISI TERPUJI
Dan pada sebahagian malam
bertahajjutlah kamu sebagai ibadah tambahan, mudah-mudahan tuhahnmu
mengangkatmu ke tempat terpuji (QS. Al-Isra‘:79)
Shalat Tahajjud adalah jalan bebas
hambatan menuju Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “setiap dua pertiga malam
terakhir, Allah SWT turun ke langit bumi dunia sambil berseru kepada hamba-Ku
yang malam ini menjauhkan lambungnya dari tempat tidur untuk shalat tahajjud,
malu aku jika aku tidak menghapuskan dosanya, malu aku jika aku tidak
mengabulkan doanya, malu jika aku tidak memberikan apa yang mereka minta,”
Rasulullah SAW bersabda, “shalat sunnah yang paling utama setelah shalat fardhu ialah shalat tahajjud.
Rasulullah SAW bersabda, “shalat sunnah yang paling utama setelah shalat fardhu ialah shalat tahajjud.
Mengenai fadhilah shalat tahajjud, dalam hadist qudsi Allah SWT. Berfirman, “demi keagungan, kebebasan, kemulian, cahaya dan ketinggian kedudukan-Ku, setiap hamba yang mendahulukan kedudukannya daripada kedudukan-Ku, pasti aku cerai-beraikan urusannya, aku kecaukan dunianya, aku sibukkan dan lekatkan hatinya hanya pada urusan keduniaan. Dan dunia tidak mendatanginya kecuali yang sudah aku tentukan baginya. Demi keagungan, kebesaran, kemuliaan, cahaya, dan ketinggian kedudukan-Ku, setiap hamba yang mendahulukan kehendaknya, pasti aku perintahkan para malaikat menjaganya, aku jaminkan langit dan bumi sebagai rizqinya, aku menyertai setiap urusan dan perniagaannya. Dan dunia akan datang sambil merendahkan diri kepadanya.”
Dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa salah satu jalan menuju kasih sayang-Nya ialah mendahulukan kehendaknya dari pada kehendak sendiri. Orang yang bangun tengah malam untuk bertahajjud saat kebanyakan orang tidur nyenyak, termasuk yang mendahulukan kehendak-Nya dia berjuang mengusir kantuk demi mengutamakan kehendak Allah dna memenuhi anjuran-Nya.
Mengapa shalat tahajjud disebut jalan bebas hambatan? Karena tahajjud dilakukan pada malan hari, dan malam hari mempunyai keistimewaan dibanding siang hari.
Shalat tahajjud dilakukan semata-mata mengharap ridha Allah SWT, yang dipanjatnya ke alam-Nya, akan membuat seorang hamba mempunyai keinginan keras untuk hidup suci dan ikhlas, sehingga sang hamba akan memiliki ilmu laduni yang sulit dimengerti oleh akal. Dan wajahnya akan bersih bersinar dan berseri-seri.
Sebaliknya jika shalat tahajjud dilakukan tidak ikhlas, tidak konsisten, tidak khusyu’, pintu pencaindra bebas berkeliaran tanpa pengendalian hawa nafsu. Jika pada satu sisi bertahajjud dengan khusyu’, namun disisi lain membiarkan mata, kaki, tangan, telinga, dan perut tetap bermaksiat, otaknya tidak mungkin dapat berhubungan dengan Allah SWT melalui getaran itu. Cahaya Allah SWT hanya dapat ditangkap oleh orang yang berbudi luhur, sanggup mengekang hawa nafsu, dengan melakukan ibadah puasa, shalat dengan ikhlas dan khusyu’ semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT, tanpa pamrih apapun. Dengan pancaran cahaya Allah SWT sebagai sumber ilmu pengetahuan, sang hamba dapat menangkap intusisi dan aspirasi yang sanggup membuka tirai rahasia alam berupa ilmu pengetahuan. Bukan hanya yang eksak, tetapi juga yang abstrak, dari yang relatif sampai yang absolut.
Penulis buku ini, Prof. Dr. Moh
Sholeh, berbagi pengalaman pribadi seputar kedahsyatan shalat tahajjud. Banyak
masalah pribadi yang mendapat jalakluar setelah mendirikan shalat tahajjud
secara istiqamah.
Kisahnya terjadi pada 1982. ketika itu Prof. Soleh menderita penyakit kulit, entah jenis penyakit kulit apa. Pengobatan medis dokter dan para alternative telah di cobanya, bermacam pula diagonisnya juga sudah di terimanya. Ada yang menyatakan kanker kulit, eksim, albino, dan banyak lagi yang lainya.
Kisahnya terjadi pada 1982. ketika itu Prof. Soleh menderita penyakit kulit, entah jenis penyakit kulit apa. Pengobatan medis dokter dan para alternative telah di cobanya, bermacam pula diagonisnya juga sudah di terimanya. Ada yang menyatakan kanker kulit, eksim, albino, dan banyak lagi yang lainya.
Awalnya, penyakit itu mulai dengan bercak-bercak putih kemerahan dan terasa gatal dari pergelangan tangan kanan. Setelah kurang lebih tiga tahun, penyakit itu menyebar hampir ke seluruh sendi tubuh. Ia sangat sedih dan cemas. Sedih, karena penyakit ini mengganggu kenyamanan orang lain. Orang jadi takut berinteraksi denganya. Bahkan ketika adik kandungnya menikah, dia tidak di perbolehkan keluar kamar, karena di khawatirkan mengganggu kenyamanan para tamu.
Sejak itulah ia mulai aktif melakukan shalat tahajjud, menyerahkan seluruh urusannya kepada Allah. Iapun berdo’a, “Ya Allah, sekiranya Engkau menguji diriku secara pribadi, Insya Allah aku akan sabar menerima. Tetapi, Ya Allah, yang Engkau ujikan kepadaku penyakit yang mengganggu kenyamanan dan medatangkan fitnah bagi orang lain. oleh karena itu, sembuhkanlah penyakit kulitku ini. Ya Allah, Sumber segala kesembuhan, kirimkanlah kepada ku dari sisi-Mu banyak malaikat untuk menyembuhkan penyakitku ini”.
Kurang lebih tiga tahun kemudian ia sembuh. Kulitnya menjadi lebih putih dan bersih. Menurut Prof. Sholeh, do’a seorang hamba yang akan di kabulkan oleh Allah SWT jika si hamba benar-benar pasrah dan tidak sombong. Dan yang terpenting, dia harus benar-benar yakin bahwah Allah SWT yang membantu, menolong, dan yang menyembuhkanya.
Menyembuhkan berbagai penyakit.
Sebuah penelitian membuktikan, banyak penyakit menyerang manusia pada malam hari, khususnya penyakit jantung, reumatik, asma, stroke. Penyakit tersebut umumnya berhubungan dengan pola ritme sirkadian, dan berhubungan erat dengan hormone kortisol. Pada malam hari, antara pukul 01.00 sampai 03.00, kadar hormon kortisol mencapai titik terendah, sehingga memungkinkan terjadinya gangguan keseimbangan tubuh (homeostasis).
Hormon kortisol pada kadar paling rendah dan mengakibatkan aktivitas hormon plateletactivating factor rendah pula, sehingga mengakibatkan sekresi trombosit meningkat, padahal tingginya trombosit memudahkan gumpalan sel darah merah. Bila penggumpalan itu terjadi pada pembuluh darah koroner, terjadilah penyakit jantung koroner iskemik, yang mengakibatkan terjadinya biji mati jantung (infrak jantung) yang fatal. Jika ini terjadi pada otak, akn terjadi gumpalan pada pembuluh darah otak dan berakibat stroke, yang berujung pada kelumpuhan dan kematian.
Selain itu, jika kortisol hiposekresinya terjadi dalam tubuh, proses reaksi kekebalan kompleks tidak dapat di cegah. Reaksi ini dapat terjadi pada organ tertentu, misalnya timbul serangan asma pada saluran pernapasan, serangan reumatik pada persendian, pembengkakan pada persendian lutut, pembengkakan pada persendian pinggul, nyeri punggung, diare, gatal-gatal, dan sebagainya.
Jika kita melakukan shalat tahajjud dengan tepat, maksimal, dan kusyu’, kadar kortisol dan berbagai hormon lain akan menjadi normal. Normalnya sekresi berbagai hormon dalam tubuh melalui jalur hiphotalamic pituatery adrenal tersebut dapat memperbaiki daya tahan tubuh. Sistem daya tahan tubuh yang menjadi baik tidak hanya menghindarkan serangan penyakit, tapi juga menyembuhkan berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, ginjal, asma, kanker, hipertensi, dan kencing manis.
Ketika kita berdiri dalam shalat, sebagian besar energi yang dibutuhkan di ambil dari lemak dan daging di pantat dan tungkai bawah. Maka, melakukan shalat yang berulang-ulang dan sempurna dapat menghilangkan timbunan lemak dan daging. Berkurangnya lemak dan daging dalam jaringan dapat menurunkan dan menormalkan kadar lemak dalam peredaran darah, sehingga kita terhindar dari penyakit kardiovaskular alias penyempitan pembuluh darah.
Penyakit akibat penyempitan pembuluh darah akibat tingginya kolesterol antara lain hipertensi, jantung koroner, dan pendarahan otak (cerebrovasculer accident), yang popular disebut stroke. Ketika kepala menunduk dan dagu menempel pada leher, terjadilah rangsangan pada saraf vagus, hingga aliran darah lancer, terutama bagi kaum lansia. Pada prinsipnya setiap gerakan shalat pasti meningkatkan rotransmitter, yang menjaga keseimbangan peredaran darah agar tetap lancar.
Shalat tahajjud juga mempunyai pengaruh pada sistem pernapasan. System terdiri atas system pusat, yakni otak, sistem tulang leher dan punggung, sistem dinding dada dan jaringan di bawahnya, sistem saluran pernapasan atas, sistem kardiovaskular (peredaran darah), sistem pernapasan bagian bawah atau jaringan paru-paru dan gelombang pernapasan alias alveoli.
Ketika mendirikan shalat, kita berdiri, berat badan bertumpu pada telapak kaki tapi sebelumnya sudah di peringn oleh penyangga tulang pinggul dan persendian lutut. Saat berdiri rileks tersebut, seluruh jaringan tubuh berada dalam posisi yang sangat ideal (fisiologis). Posisi ini dapat mempermudah proses menghirup udara, sehingga kebutuhan oksigen dalam tubuh dapat di penuhi secara maksimal. Dengan demikian, proses metabolisme dapat barjalan dengan baik, keseimbangan tubuh (homeostasis) terjaga, karena kebutuhan energi dapat di lestarikan secara terus-menerus.
Jika sistem pernapasan ini di pelihara dengan baik dan kontinu, pertahankan tubuh, dalam paru-paru menjadi lebih baik dan maksimal. Dengan demikian orang yang rajin menunaikan shalat tahajjud tidak mudah terkena penyakit infeksi akibat virus yang betebaran di udara, tidak mudah terkena penyakit flu, bronchitis, tuber kolosis, dan kanker paru-paru. Wallahu a’lam bish-shawab.
Tahajjud tidak hanya di jadikan sebagai sarana pengobatan. Tapi niatnya mestilah ibadah Karen Allah SWT. Menurutnya, kalau niatnya benar,insya Allah semuanya akan di dapat; namun jika tidak, justru sebaliknya. Berikut petikan wawancara dengan:
Di masyarakat, berkembang terapi
shalat tahajjud untk menyembuhkan penyakit fisik maupun psikis. Ini gejala apa?
Saya harus membedakan shalat tahajjud sebagai anjuran dalam ibadah, misalnya semata-mata karena mengharapkan kesembuhan dari penyakit yng di derita.
Jangan Keluar dari Niat “Karena Allah”
Saya harus membedakan shalat tahajjud sebagai anjuran dalam ibadah, misalnya semata-mata karena mengharapkan kesembuhan dari penyakit yng di derita.
Jangan Keluar dari Niat “Karena Allah”
Shalat tahajjud adalah tambahan yng sangat di anjurkan oleh Rosulullah SAW untuk di kerjakan. Banyak sekali manfaat shalat tahajjud, termasuk sebagai terapi bagi kesehatan.
Sebagai ibadah, mesti diingat bahwah shalat Tahajjud harus dirikan murni karena kecintaan kepada Allah SWT dan ingin meraih ridha-Nya. Inilah yang diingatkan oleh Prof. Dr. dr.Anies Al-Habsyi, M. Kes., P.K.k., guru besar Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan, Universitas Diponegoro, Semarang. Kepada Saiful Bahri dari alkisah, Prof. Anies mengingatkatkan agar shalat.
Allah SWT berfirman “Dan pada sebagian malam, bertahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Semoga Tuhan mengangkat kanu ke tempat yang terpuji.” (QS Al-Isra’:79).
Allah juga berfirman, “Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (dari padanya) yaitu seperdua atau kurangilah dari seperdua itu sedikit atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al- Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Al-Muzzammil: 1-4).
Karena itu, shalat Tahajjud memiliki keutamaan khusus, sebagaimana yang ditekankan dalam kitab suci Al-Qur’an dan hadits.
Sumber: http://7assalam9.wordpress.com/2010/07/23/mentradisikan-tahajjud-menggapai-posisi-terpuji/
thank's... ya gan..
BalasHapusditunggu kunjungan balik nya..
-=http://hollosys.blogspot.com/=-